Tampilkan postingan dengan label srikandi sungai ujung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label srikandi sungai ujung. Tampilkan semua postingan

Kunjungan Pegiat Sampah Kecamatan Cawas ke Bank Sampah Berkah

1/13/2019 2 Comments

Kunjungan Pegiat Sampah Kecamatan Cawas ke Bank Sampah Berkah


Kunjungan Sabtu, 12/01/2019. Sampah merupakan problem yang hingga kini masih menjadi topik bahasan yang tak kunjung habisnya. Pengelolaan sampah secara bijak merupakan salah satu langkah menuju kondisi lingkungan yang bertahan hingga masa yang akan datang. Bank Sampah Berkah sudah tak asing lagi di telinga aktivis/pegiat sampah. Bank Sampah Berkah berdiri sekitar akhir tahun 2014, atas inisiasi kepala Desa Pandes dalam merespon kondisi lingkungan sekitar (Desa Pandes) yang taun-taun itu masih banyak sampah yang berserakan, entah di halaman rumah warga ataupun di samping kanan-kiri sungai ujung.
Bank Sampah Berkah berlokasi di Dukuh Genukan RT.38/RW.11 Pandes. Perlu diketahui Bank Sampah Berkah telah di resmikan eksistensinya oleh Bapak Kukuh Riyadi,SH.MH pada awal tahun 2018. Dengan harapan bisa mengatasi problem lingkungan (sampah khususnya) di wilayah Pandes dan sekitarnya. Kujungan oleh pegiat sampah se Kecamatan Cawas di Bank Sampah Berkah sangat menarik perhatian penulis, karena dengan kegiatan-kegiatan tersebut, sampah di lingkungan sekitar akan teratasi secara bijak. Kunjungan tersebut di ikuti oleh pegiat sampah yang berjumlah kurang lebih sekitar 20an orang. Konsep kunjungan yang di sajikan, yakni dengan memberikan penjelasan tentang kondisi  Bank Sampah Berkah (termasuk visi misi bank sampah) oleh pengelola. Selain itu pihak pengelola juga memberi gambaran kehidupan bank sampah atau kerja nyata yang selama ini di giati. Dan tak lupa yakni pengenalan produk olahan yang dihasilkan bank sampah.
Ada beberapa kerja nyata yang dilakukan oleh Bank Sampah Berkah. Beberapa diantaranya yakni, pertama, pengambilan sampah oleh petugas ke desa secara berkala yakni satu sampai dua hari sekali. Kedua, pemilahan jenis sampah, jadi di bank sampah berkah sampah dipilah menjadi tiga jenis, yakni : sampah organik, plastik (kresek), dan campuran. Ketiga, Penghancuran sampah organik dengan alat penghancur sampah, untuk dijadikan pupuk. Keempat, Pembuatan barang-barang ekomomis dengan bahan dasar sampah. Barang-barang hasil kreatifitas pengelola bank sampah berkah di jual dengan harga yang terjangkau, yakni mulai dari lima ribu rupiah. Ada beberapa contoh barang kreatif yang dihasilkan, seperti gantungan kunci, tas, dompet, dan lain sebagainya.
Sesi kunjungan pegiat sampah se Kecamatan Cawas di tutup dengan salam kenal dan salam hormat dari pengelola Bank Sampah Berkah, ditambah dengan sesi foto bersama.

Penulis               : Arif Miftah

Rapat Rutin Bank Sampah

1/11/2019 1 Comment

Rapat Rutin Bank Sampah


Rapat rutinan pengurus bank sampah, menjadi dasar evalusai perencanaan program kedepan kegiatan bank sampah berkah.  Kepala desa pandes bapak Heru Purnomo (mengenkan pakaian Dinas Harian Keki berwarna coklat), tampak sedang memberikan penjelasan tentang perkembangan Bank sampah yang dikelola oleh Bank sampah Berkah.
Rapat rutin antara Pemerintah desa Pandes dan pengelola Bank sampah berkah rutin dilakukan setiap bulan. Rapat rutin yang dilakukan oleh pengurus bank sampah memiliki zona bahasa, yakni tentang perkembangan pengelolaan Bnak sampah yang telah dicapai dalam beberapa bulan terakhir.
Capaian Bank Sampah berkah diantranya adalah penyediaan tong sampah dua jenis yaitu organik dan non organik. Tong sampah tersebut di perjual belikan kepada warga Desa Dandes dengan harga yang sangat terjangkau karena tong sampah ini diberikan subsidi oleh BNI 46 yang bekerja sama dengan BUMDES KARYA NYATA (Badan Usaha Milik Desa Panes “Karya Nyata”).
Dengan rapat koordinasi antara Pemerintah desa Pandes dan pengelola Bank sampah berkah dan berbagai putusan yang ini di capai, yakni untuk mewujudkan Desa Pandes yang bersih dari sampah dan pegelolaan sampah menjadi kreasi kreatif. Dengan adanya pengelolaan sampah oleh Bank Sampah Berkah, sampah yang sebelumya adalah barang yang tidak ternilai menjadi barang yang sangat ternilai. Selain itu sampah juga menjadi sumber pedapatan tambahan bagi warga desa Pandes.

Penulis             : Zahid Abdullah
Editor              : Arif Miftah


1/11/2019 Add Comment

Rapat Rutin Bank Sampah


Rapat rutinan pengurus bank sampah, menjadi dasar evalusai perencanaan program kedepan kegiatan bank sampah berkah.  Kepala desa pandes bapak Heru Purnomo (mengenkan pakaian Dinas Harian Keki berwarna coklat), tampak sedang memberikan penjelasan tentang perkembangan Bank sampah yang dikelola oleh Bank sampah Berkah.
Rapat rutin antara Pemerintah desa Pandes dan pengelola Bank sampah berkah rutin dilakukan setiap bulan. Rapat rutin yang dilakukan oleh pengurus bank sampah memiliki zona bahasa, yakni tentang perkembangan pengelolaan Bnak sampah yang telah dicapai dalam beberapa bulan terakhir.
Capaian Bank Sampah berkah diantranya adalah penyediaan tong sampah dua jenis yaitu organik dan non organik. Tong sampah tersebut di perjual belikan kepada warga Desa Dandes dengan harga yang sangat terjangkau karena tong sampah ini diberikan subsidi oleh BNI 46 yang bekerja sama dengan BUMDES KARYA NYATA (Badan Usaha Milik Desa Panes “Karya Nyata”).
Dengan rapat koordinasi antara Pemerintah desa Pandes dan pengelola Bank sampah berkah dan berbagai putusan yang ini di capai, yakni untuk mewujudkan Desa Pandes yang bersih dari sampah dan pegelolaan sampah menjadi kreasi kreatif. Dengan adanya pengelolaan sampah oleh Bank Sampah Berkah, sampah yang sebelumya adalah barang yang tidak ternilai menjadi barang yang sangat ternilai. Selain itu sampah juga menjadi sumber pedapatan tambahan bagi warga desa Pandes.

Penulis             : Zahid Abdullah
Editor              : Arif Miftah


Penjualan Sampah Kepada Pengepul

1/11/2019 1 Comment

Penjualan Sampah Kepada Pengepul


Assalamu alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Segala puji hanya milik Alah swt. Sholawat serta salam semoga selalu tercurah kepada junjungan besar kita Nabi Muhammad SAW. Sampah jika tidak di tangani secara cermat dan bijak dapat memberi pengaruh buruk bagi kehidupan alam dan kesehatan manusia. Sore kali ini pengurus bank sampah berkah Desa Pandes melakukan rutinitasnya, yakni pemilahan dan penimbangan sampah. Sampah di pilah guna di dapatkan sampah yang benar-benar layak dijadikan barang-barang kerajinan. Memang tidak semua sampah dapat dijadikan kerajinan, maka dari itu pemilahan ini dilakukan. Sampah yang telah di pilah tersebut di pisahkan. Dan untuk yang tidak layak dijadikan kreasi, sampah akan dijual kepada pengepul (tukang rongsok).
Pada foto disamping adalah kegiaatan penjualan sampah yang tidak layak kreasi kepada pengepul. Penjualan sampah yang ini rutin dilakukan pengurus bank sampah berkah guna maksimalisasi fungsi sampah. Perlu diketahui, guna mempermudah pengelolaan sampah. Para pengurus bank sampah berkah juga menenjual tong sampah bagi warga pandes. Tong sampah yang di jual kepada masyarakat terdapat dua jenis yakni tong sampah organik dan non organik. Tong sampah yang dijual kepada  warga desa pandes diberlakukan dengan harga yang sangat terjangkau. Hal ini di lakukan karena tong sampah ini diberikan subsidi oleh BNI 46, yang kala itu bekerja sama dengan BUMDES KARYA NYATA (Badan Usaha Milik Desa Panes “Karya Nyata”).

Penulis                 : Zahid Abdullah
Editor                  : Arif Miftah

Pengelolaan Bank Sampah Berkah

1/11/2019 1 Comment

Pengelolaan Bank Sampah Berkah


Assalamu alaikum warohmatullahi wabarokatuh
Segala puji hanya milik Alah swt. Sholawat serta salam semoga selalu tercurah kepada junjungan besar kita nabi Muhammad saw. Sore ini kegiatan yang dilakukan oleh pengurus Bank Sampah Berkah Desa Pandes adalah pemilahan dan penimbangan sampah yang layak untuk dijadikan kreasi dan yang tidak layak dijadikan kreasi, untuk yang tidak layak dijadikan kreasi maka sampah akan dijual kepada pengepul
Salah satu kegiatan Bank Sampah Berkah adalah pada foto diatas dimana kegiatan tersebut meliputi pemilahan dan penimbangan sampah yang rutin dilakukan oleh ibu-ibu pengurus Bank Sampah Berkah. Diantara capaian yang telah dicapai oleh Bank Sampah Berkah diantaranya adalah penyediaan tong sampah dua jenis sampah yaitu organik dan non organik yang dijual kepada seluruh warga Desa Pandes dengan harga yang sangat terjangkau karena tong sampah ini diberikan subsidi oleh BNI 46 yang bekerja sama dengan BUMDES KARYA NYATA (Badan Usaha Milik Desa Panes “Karya Nyata”). Kemudian setelah sampah diambil oleh petugas pengambilan sampah. Nantinya sampah telah terpisah dengan sendirinya antara sampah organik dan non organik. Kemudiandipilah antra sampah yang layak untuk dijadikan aneka kreasi dari sampah dan yang layak buan akan dijual kepada pengepul sapah.

Penulis             : Zahid Abdullah
Editor:             : Niko Darmawan

Pengelolaan Biopori

1/11/2019 Add Comment

Pengelolaan Biopori



Asalamualaiakum warohmatullahi wabarokatuh.
Dapat dikatakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Pandes adalah sedia payung sebelum hujan. Peribahasa tersebut sudah tak asing lagi di telinga masyarakat. Jika di terapkan pada realitas masa kini, terutama di lingkungan masyarakat. Pribahasa tersebut diartikan sebagai sebuah kegiatan yang dilakukan sebalum hal yang tidak di harapkan terjadi. Lubang Biopori merupakan cara yang evektif dalam pengelolaan air di permukaan tanah, terutama air hujan. Secara umum biopori dua manfaat, yakni sebagai jalan masuknya air permukaan ke dalam tanah, melalui lubang biopori. Hal ini berdampak positif, karena air di permukaan dapat meresap kembali kedalam tanah, sirkulasi ini menjadi positif karena mencegah terjadinya genangan air di permukaan tanah, yang dapat memicu timbulnya sumber penyakit dan mencegah terjadinya banjir.
Manfaat lanjut dari lubang biopori dapat digunakan sebagai tempat produksi pupuk. Yang bermanfaat sebagai daya pendorong tumbuh tanaman warga. Pemasangan lubang biopori dilakukan pada seluruh wilayah Pandes. Foto disamping menunjukan aktivitas warga saat penurunan pipa biopori yang nantinya akan di proses lebih lanjut, yakni dilubangi kanan dan kirinya kemudian ditanam didalam tanah dan ditutup dengan corcoran besi.
Penulis             : Zahid Abdullah
Editor              : Arif Miftah